10 Perintah Manajemen Menuju Sukses!

Biasanya manajemen menggabungkan beberapa ketrampilan, pendekatan, dan pemahaman baik itu profesi artis, penjual, penemu, pemimpi, jurubicara, wiraswastawan, perencana, konselor, pengkotbah, pendekar, diplomat, operator, negosiator, pemimpin, dan filsuf. Manajer adalah bos, kolega, teman sejawat, bawahan, guru, siswa, mentor, model peran, dan murid.

Berikut 10 perintah manajemen yang berkaitan dengan individu dan perusahaan serta hubungan dengan individu lainnya. Simak deh…!

Laba (profit) dan laba atas modal (return on investment)
Baik jangka pendek dan jangka panjang manajemen adalah dewa yang mengantarkan Anda dari tanah gersang mediokritas, kebangkrutan, dan pembubaran, untuk keluar dari kegagalan.

Ingatlah pilar-pilar tinggi dalam manajemen unggul
Perlunya perencanaan yang seksama, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sehat, implementasi dan pemantauan keputusan dan pengoperasian yang hati-hati dan kreatif, serta kepedulian terhadap karyawan dan hasilnya, yang didasarkan pada ketrampilan manajemen serta gaya manajemen kelas satu. Ketrampilan ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, pembuatan keputusan, penganggaran, inovasi, komunikasi, representasi, pengendalian, pengarahan dan pemberian motivasi, hubungan personal.

Menjadi sosok yang diteladani
Untuk menjadi teladan, Anda tidak boleh bersumpah palsu, harus loyal, dan jangan curang kepada kolega Anda, apalagi kepada perusahaan atau profesi.

Hormati atasan dan rekan
Hormatilah mereka, baik itu mentor Anda, atasan Anda, sejawat Anda, bawahan Anda, dan kolega-kolegas Anda. Sehingga Anda akan lebih awet dalam perusahaan, pangkat, maupun jabatan eksekutif. Anda pun akan dihormati sebagai individu yang loyal.

Tidak boleh iri hati
Anda tidak boleh iri hati terhadap jabatan, gaji, perusahaan, kantor, staf, atau sumber daya kolega atau pesaing Anda. Tetapi belajarlah dari mereka dan dari keadaan sehingga Anda dapat maju dan menang dalam pergulatan untuk naik lebih cepat.

Jangan mengajukan saksi palsu
Jangan sekali-sekali mengajukan saksi palsu terhadap mereka di dalam atau di luar perusahaan. Anda juga tidak boleh menfitnah, mencemarkan, memutarbalikan fakta–intregitas pribadi, profesional. Organisasional juga harus dijunjung tinggi.

Tidak boleh mencuri, menyuap, atau disuap
Artinya, Anda tidak boleh menerima berbagai hadiah yang diberikan sebagai antisipasi pertolongan sekarang atau di masa datang, tidak boleh memalsukan catatan pengeluaran, hasil atau fakta atau menyembunyikan angka-angka maupun tes pengamanan atau tes kinerja. Sekali Anda melakukannya, tamatlah riwayat Anda.

Jangan membunuh gagasan baru
Jika Anda membunuh gagasan baru, berarti Anda juga membunuh pendekatan inovatif atau pendekatan tidak biasa, membunuh tindakan meninggalkan status quo atau mempertanyakan status quo, tetapi mestinya mendorong sikap mempertanyakan, sikap kreatif, sikap berani mengambil risiko, dan sikap inovatif.

Tidak boleh meninggalkan perasaan kemanusiaan
Anda juga dituntut peka dan peduli terhadap orang lain, organisasi, masyarakat, dan bangsa. Apapun tingkat sukses Anda dalam organisasi, Anda harus dapat melihat diri Anda di cermin dalam hubungan Anda dengan peran utama sebagai manusia.

Jangan berhenti berjuang
Sampai kapanpun Anda jangan pernah berhenti berjuang. Hal ini berguna untuk mencapai kesempurnaan diri Anda sendiri, kolega-kolega Anda, dan organisasi Anda dalam berbagai aspek seni dan ilmu manajemen.

Nah, ke-10 perintah tersebut di atas bisa diinterprestasikan dan diterapkan secara sempit atau luas tergantung dari situasi, organisasi, dan individu yang terlibat. Perintah-perintah tersebut memberikan pedoman dan rambu-rambu dalam menghadapi kompleksitas serta tantangan, peluang, dan kepuasaan yang terkandung dalam manajemen modern masa kini. Nah jika Anda ingin sukses, tak ada salahnya taati 10 perintah manajemen di atas. Atau Anda punya kiat lain…?

Sumber : http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000008.php

MENJADI PEMIMPIN YANG SUKSES

• Mempunyai visi yang jelas
Seorang pemimpin benar-benar sangat dituntut untuk memiliki tujuan atau visi yang jelas yang ingin dicapai oleh organisasinya ataupun dirinya sendiri, jika tak ada visi maka hanya akan menjadi orang yang bekerja tanpa arah dan kejelasan, maka akan sangat mudah digoyangkan dan dihancurkan.

Dapat memberi inspirasi bagi orang lain,
Dalam sebuah organisasi adanya seorang teladan sangat diharapkan untuk menjadi penyemangat dalam arah gerak organisasi tersebut. Peran ini adalah tanggung jawab seorang pemimpin, dimana ia harus bisa menjadi inspirasi bagi kawan-kawannya.

Dapat berkomuniksi lisan dengan baik,
Komunikasi adalah suatu hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan sosial kita, ketika kita ingin bersosialisasi dengan baik kepada orang lain, maka kita dituntut dapat berkomunikasi dengan baik pula. Baik atau buruknya komunikasi pemimpin terhadap rekan-rekannya dapat mempengaruhi kinerja dari rekan-rekannya. Ketika pemimpin memberi arahan dengan tegas, ramah dan penuh empatik kepada rekan-rekannya, akan sangat berbeda dampaknya ketika pemipin itu memberi arahan dengan kasar, tidak jelas dan marah-marah. Ini semua akan berdampak pada hasil kinerja rekan-rekannya dan juga hubungan antara mereka.

Tahan terhadap keadaan-keadaan genting,
Pemimpin itu harus kuat, tahan banting, tidak mudah panik dan putus asa.

• Dapat memotivasi diri dan orang lain,
Setelah kita mempunyai visi, maka kita harus mengejar agar visi kita itu tercapai. Dalam pencapaiannya akan banyak sekali rintangan dan halangan yang siap melemahkan bahkan menghancurkan. Dibutuhkan motivasi yang kuat untuk melewati itu semua. Seperti halnya iman, motivasi pun kadang naik dan turun, disinilah peran pemimpin dituntut untuk bisa memotivasi dirinya terlebih dahulu dan memotivasi kawan-kawannya kemudian.
Sumber : http://gesafalugongesa.wordpress.com/2008/10/11/syarat2-menjadi-pemimpin. Diakses : 24 sep 2009.