Persyaratan Peserta SERDOS

  1. rapatmemiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2/setara dari Program Studi Pasca Sarjana yang terakreditasi;
  2. dosen tetap di perguruan tinggi negeri atau dosen DPK di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat atau dosen tetap yayasan di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah mendapatkan inpassing dari pejabat berwenang yang diberi kuasa oleh Mendiknas (pasal 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2008);
  3. telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya dua tahun di perguruan tinggi di mana ia bekerja sebagai dosen tetap;
  4. memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Asisten Ahli;
  5. melaksanakan Tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks pada setiap semester di perguruan tinggi di mana ia bekerja sebagai dosen tetap. Tugas tambahan dosen sebagai unsur pimpinan di lingkungan perguruan tinggi diperhitungkan sks-nya sesuai aturan yang berlaku;

Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dorong Terwujudnya Penerapan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) Berbasis SN DIKTI dan KKNI di Seluruh Perguruan Tinggi

pa-edi-mulyono1-300x225Jakarta – Belmawa. Sebagai upaya mendorong terwujudnya penerapan KPT di seluruh perguruan tinggi, Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa telah mengadakan Workshop Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang diikuti oleh 102 ( seratus dua ) perguruan tinggi. Masing-masing perguruan tinggi diwakili oleh 1 (satu) orang tim pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Acara tersebut diselengarakan di Hotel Best Western Jakarta, pada tanggal 8 sampai dengan 9 April 2016.

KPT merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. KPT dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) pada tahun 2016 ini telah merancang sejumlah progam terkait dengan pengembangan dan penerapan KPT di perguruan tinggi. Penerapan KPT tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga terdidik dan terampil di dunia industri.

Workshop ini dimaksudkan untuk peningkatan mutu pembelajaran pendidikan tinggi yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan. dan terwujudnya forum komunikasi antar program studi dan saling berbagi pengalaman dibidang penyusunan kurikulum, serta sebagai upaya memotret permasalahan yang menghambat implementasi kurikulum KKNI dan SN Dikti di perguruan tinggi. Workshop yang dipandu oleh Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi Ditjen Belmawa ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan karena output yang dihasilkan dari workshop ini selain akan menjadi rekomendasi kebijakan pimpinan, akan dipergunakan sebagai referensi dan bahan analisis dalam penyusunan kurikulum setiap program studi di perguruan tinggi masing.

Sarasehan ini dibuka oleh Kasubdit Pembelajaran Khusus Dr. Ridwan Roy Tutupoho yang mewakili Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa. Dalam sambutan dan arahannya, Ridwan antara lain menyampaikan ,”bahwa dalam menghadapi tantangan dan persaingan global, ratifikasi Indonesia di berbagai konvensi internasional serta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) penerapan kurikulum berorientasi SN Dikti dan KKNI harus segera dilaksanakan”.

Didalam workshop ini, selain disajikan materi sebagai pengayaan dari para tim pengembang kurikulum dengan topik Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester, dan Strategi Pembelajaran, serta Format contoh Penyusunan Rencangan Pembelajaran Semester (RPS) mengacu pada SN Dikti, juga dilanjutkan dengan diskusi yang cukup interaktif. Setelah para peserta mendapatkan pengetahuan tentang sistematika penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, maka dilanjutkan dengan sesi menyusun dan menyajikan kurikulum dari masing masing program studi (prodi) para peserta.

Berdasarkan pengamatan selama workshop ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta tentang penyusunan kurikulum pendidikan tinggi berorientasi KKNI masih belum merata, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang mengacu SN Dikti masih bertaraf mencoba dan hanya sesuai format tetapi belum ada esensi pembelajarannya.

Tindak lanjut dari workshop ini diharapkan agar setiap peserta segera menerapkan kurikulum mengacu SN Dikti. Direktorat Jenderal Belmawa akan lebih intensif melakukan sosialisasi dan diseminasi serta pelatihan secara berkelanjutan, dan menyusun panduan ringkas tentang penyusunan KPT, CP serta Quality Assurance. Dari hasil penyusunan KPT dan RPS oleh peserta akan dilakukan review oleh TIM Pengembang Kurikulum untuk memilih beberapa rancangan terbaik untuk dijadikan contoh model. Selanjutnya untuk mendorong penerapan KPT diharapkan workshop ini dapat dilakukan pada setiap wilayah kopertis di indonesia. (EM/editor/HKLI)

Klinik Proposal “Review” Proposal Dosen, Mendorong Hasil Penelitian Menjadi Jurnal

Klinik Proposal “Review” Proposal Dosen, Mendorong Hasil Penelitian Menjadi Jurnal_177398Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Warmadewa mengadakan kegiatan Klinik Proposal Penelitian pada Sabtu, 2 Maret 2016 di Ruang Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa. Pembicara di dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Yuli Hariyati, M.S., sebagai reviewer Kemenristek Dikti. Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,SP.ParK. mengatakan klinik proposal adalah suatu kegiatan untuk me-review proposal-proposal yang dibuat oleh mahasiswa maupun dosen yang dilakukan oleh tim reviewer dari Kemenristekdikti. Tujuan diadakannya klinik proposal adalah untuk mereview proposal-proposal itu agar di danai oleh Dikti.

Kepala Bidang Pusat Penelitian LP2M Universitas Warmadewa Ir. Wayan Muliawan, M.T. mengatakan saat ini telah ada 5 proposal yang masuk dan sistem bimbingan yang dilakukan adalah melalui email. Yang belum sempat dibalas kita ajukan melalui email ke Prof. Yuli dan kerjasama ini telah terjalin sejak 4 tahun yang lalu. Prof. Dr. Ir. Yuli Hariyati, M.S. menegaskan bahwa dosen yang menginginkan kenaikan pangkat, porsi penelitian harus 40 persen di luar kegiatan mengajardan penunjang 60 persen. Dari penelitian ini diharapkan menghasilkan publikasi Nasional bahkan kalau bisake publikasi internasional yang bereputasiinternasional.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Warmadewa mengadakan kegiatan Klinik Proposal Penelitian pada Sabtu, 2 Maret 2016 di Ruang Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa. Pembicara di dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Yuli Hariyati, M.S., sebagai reviewer Kemenristek Dikti. Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,SP.ParK. mengatakan klinik proposal adalah suatu kegiatan untuk me-review proposal-proposal yang dibuat oleh mahasiswa maupun dosen yang dilakukan oleh tim reviewer dari Kemenristekdikti. Tujuan diadakannya klinik proposal adalah untuk mereview proposal-proposal itu agar di danai oleh Dikti.

Kepala Bidang Pusat Penelitian LP2M Universitas Warmadewa Ir. Wayan Muliawan, M.T. mengatakan saat ini telah ada 5 proposal yang masuk dan sistem bimbingan yang dilakukan adalah melalui email. Yang belum sempat dibalas kita ajukan melalui email ke Prof. Yuli dan kerjasama ini telah terjalin sejak 4 tahun yang lalu. Prof. Dr. Ir. Yuli Hariyati, M.S. menegaskan bahwa dosen yang menginginkan kenaikan pangkat, porsi penelitian harus 40 persen di luar kegiatan mengajardan penunjang 60 persen. Dari penelitian ini diharapkan menghasilkan publikasi Nasional bahkan kalau bisake publikasi internasional yang bereputasiinternasional

Lepas Pesan Calon wisudawan FE Unwar

aaKetua Jurusan Manajemen I Made Artawan, SE, MM mengatakan bahwa Lepas pesan calon wisudawan FE Unwar dilaksanakan hari kamis, 7 April 2016. Sebelum dilaksanakan acara Lepas pesan terlebih dahulu diawali dengan acara gladi bersih pada tgl 6 April 2016 jam 12.00 wita bertempat di Ina Grand Bali Beach Sanur. Jumlah wisudawan Fe unwar pada periode I tahun 2016 ini adalah sebanyak 320 orang, yang terdiri dari 7 orang IESP, 145 orang dari Akuntansi, dan 168 orang dari jurusan manajemen. Dari total 320 calon wisudawan yang telah lulus pada periode ini sebanyak 96 orang atau 30% yang berpredikat Cumlaude, sedangkan 224 orang lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sedangkan di Jurusan manajemen sebanyak 41 orang atau 24% yang lulus dengan predikat cumlaude, 111 orang atau sebesar 66% yang lulus dengan IP 3,00-3,4, dan sisanya 16 0rang atau sebesar 10% lulus dengan IP dibawah 3,00